Romantisme Motor Vespa

Romantisme Motor VespaSepeda motor klasik biasanya identik dengan sepeda motor pabrikan lama atau lawas. Bagi penyuka sepeda motor, tidak jarang dari mereka mengoleksi motor klasik. Selain memberikan kepuasan tersendiri, nilai histori dari sepeda motor klasik pun cukup membuat penyuka sepeda motor klasik melebarkan senyum. Harga dari satu sepeda motor klasik yang terbilang langka cukup tinggi, tidak menjadi halangan untuk memiliki sepeda motor klasik tersebut. Selain untuk dikoleksi, biasanya ada yang memang membeli untuk dijual kembali.

Salah satu sepeda motor yang masuk kategori klasik adalah sepeda motor Vespa. Sepeda motor yang induk pabriknya ada di Italia ini masuk ke Indonesia dan meramaikan industri otomotif sekitar tahun 1960-an. Dengan desain yang sangat sederhana, penggemar otomotif mudah menggunakannya. Kata Vespa sendiri dari bahasa Italia yang berarti lebah.

Bernostalgia dengan masa lalu bisa kita rasakan ketika mengendarai sepeda motor klasik. Untuk sekedar berkeliling lingkungan sekitar rumah, atau berkumpul dengan sesama penyuka motor lawas ini. Dari komunitas sepeda motor kita bisa sekedar bersilaturahmi dengan sesama penyuka sepeda motor, berbagi tips perawatan, berbincang-bincang mengenai sepeda motor dan permasalahannya, juga bisa melakukan transaksi jual beli. Dari komunitas sepeda motor pula wawasan tentang sepeda motor bertambah.

Adalah Rinaldo Piaggio yang mendirikan perusahaan Piaggio pada tahun 1884 di Genoa, Italia. Anaknya yang benama Enrico Piaggio meneruskan perusahaan ayahnya dan bersama seorang insinyur, Corradino D’Ascanio, mereka menciptakan sepeda motor yang kita kenal nama sepeda motor Vespa.

Baca Juga: Perkembangan Sejarah Panjang Motor Vespa

Masa lalu bisa dirasakan kembali ketika kita mengendarai sepeda motor klasik. Tentang deru mesinnya yang khas, stang motornya, dan cara menggendarainya. Bahkan, ketika hanya mendengar suaranya saja, kita dapat mengetahui sepeda motor tersebut.

Sekedar mengendarai sepeda motor klasik saat sore hari sambil keliling sekitar rumah pun menjadi asik. Terlebih jika kita berada di daerah pedesaan. Padi di sawah yang mulai menguning, suara gemercik air sungai kecil di tepinya, serta kicauan burung yang sesekali hinggap di dahan pohon randu, membuat suasana seolah kembali ke masa lalu. Berkeliling dengan pasangan pun menjadi hal yang romantis dilakukan.

Memang mengasikkan jika membicarakan tentang sepeda motor klasik. Rupa dan jenisnya sangat banyak sekali. Mulai dari skuter hingga jenis motor gede alias moge. Tidak hanya motor gede saja yang memiki penggemar, skuter pun tak kalah banyak. Komunitas sepeda motor pun terbentuk seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. Mulai dari komunitas yang hanya sekedar untuk berkumpul sesama penggemar sepeda motor klasik, sampai komunitas yang digarap serius dengan mengadakan acara secara regional atau nasional.

Tentunya romantisme sepeda motor Vespa selalu di hati.

Be Sociable, Share!

Be the first to comment on "Romantisme Motor Vespa"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*