Review Yamaha FreeGo: Motor Yamaha yang Aneh

Varian skuter matic yang begitu banyak membuat saya berpikir; kenapa Yamaha sampai harus mengeluarkan Yamaha FreeGo? Apa bedanya dibanding motor Yamaha matic lainnya seperti seri Mio, Lexi, NMAX, dan lain-lain? Kompetitor mana yang ingin dilawan?

Jujur saja, Yamaha FreeGo punya desain yang gemuk. Ini mungkin terinspirasi dari kesuksesan NMAX sebagai salah satu skutik gemuk Yamaha yang paling laris. Setelah sukses dengan NMAX, Yamaha mengeluarkan Aerox (yang juga ikut kecipratan sukses). Berbekal kesuksesan kedua skuter matik tersebut, Yamaha berasumsi bahwa FreeGo akan mendulang sukses yang sama, bahkan boleh jadi lebih baik.

Mungkin.

Ada serangkaian keanehan yang dijumpai begitu kita menjajal Yamaha FreeGo. Mari kita kulik satu per satu.

Keanehan 1: Tidak Ada Kompartemen Depan

Ya, inilah bagian pertama yang akan langsung terlihat begitu memandang, mendekat, dan menduduki Yamaha FreeGo. Mana kompartemen depannya, ya?

Benar, bagian paling aneh sebenarnya adalah kompartemen depan. Kompartemen depan sebenarnya sangat berguna untuk “mengantongi” perlengkapan ringan pengendara, misalnya sarung tangan, botol minum, uang receh, atau bahkan (bagi pengendara yang relatif cuek) telepon seluler. Menghilangkan kompartemen depan adalah sesuatu yang sangat disayangkan.

Selain menghilangkan kompartemen depan, Yamaha FreeGo makin aneh karena menyediakan power outlet. Yang satu ini biasanya berguna sebagai fitur yang dapat mengisi ulang daya baterai smartphone. Hanya saja, tanpa kompartemen depan, itu smartphone mau ditaruh di mana waktu sedang di-charge?

Keanehan 2: Bagasi Ekstra Luas, tetapi Tidak Muat Helm

Asal tahu saja, bagasi Yamaha FreeGo tidak luas, tetapi luas banget. Bagasi ini punya kapasitas 25 liter. Artinya, kapasitasnya lebih besar daripada bagasi Yamaha NMAX yang cuma 23 liter!

Ada yang Yamaha korbankan untuk menciptakan bagasi yang luas, yaitu keberadaan tangki bensin (kita akan bahas soal ini nanti). Hasilnya, seperti ada “liang lahat” di bawah jok. Bagasinya bukan lagi gede, melainkan gede banget!

Masalahnya, begitu mau ditaruh helm, kok bagasinya nggak bisa ditutup?

Nyangkut, bos!

Padahal, helm yang dimasukkan ke dalamnya adalah helm half face. Mereknya NHK Predator. Bagaimana kalau yang masuk full face, ya?

Atau justru akibat yang masuk adalah tipe half face yang ada tambahannya di depan, helm ini jadi tidak bisa masuk bagasi? Bisa jadi. Yang jelas, meskipun helm ini sudah dibolak-balik depan-belakang atas-bawah, tetapi tetap saja tidak muat.

Pada situs resminya, Yamaha mengklaim bahwa bagasi ini bisa menampung helm full face standar Yamaha. Nah, sepertinya memang karena helm ini ada tambahannya. Kalau yang dimasukkan adalah helm retro, mungkin bisa pas.

Keanehan 3: Tangki Bensin “Pindah”

Ini sebenarnya adalah keanehan yang tidak menyusahkannya. Maksud Yamaha adalah mereka tidak ingin kita harus repot membuka jok setiap ingin mengisi bensin. Walhasil, dipindahkanlah tangki bensin yang tadinya ada di bawah jok menjadi di bawah pijakan kaki. Lagipula, “penggusuran” ini juga berefek pada ruang bagasi yang bertambah lega (meski tetap tidak muat helm half face NHK Predator ya, hehehe).

Karena lokasinya pindah bawah pijakan kaki, lubang tangki bensin juga ikut pindah ke depan, tepatnya ke lokasi yang tadinya dijadikan kompartemen depan sebelah kiri. Jadi, tutup yang ada di sebelah kiri itu berguna biar kamu tidak usah turun dari motor saat isi bensin.

Terlepas dari semua keanehan di atas, fitur FreeGo sebenarnya cukup lengkap. Yamaha membekali FreeGo dengan lampu depan LED, panel instrumen yang sudah digital, dan power outlet. Bahkan, varian FreeGo S punya fitur tambahan seperti stop & start system (SSS) dan keyless.

Fitur yang terakhir, stop & start system (SSS), cukup menarik. Sebab, dengan fitur ini, kunci digantikan oleh remote dan “colokan”-nya digantikan oleh kenop. Selain itu, ada answer back system serta immobilizer. Khusus varian tertinggi, Yamaha menambahkan teknologi keselamatan ABS.

Oh ya, ban FreeGo tergolong kecil, yaitu 12 inci. Ini mungkin dimaksudkan untuk mendukung akselerasi sehingga tidak terlalu mengandalkan mesin yang dicomot dari Yamaha Mio. Mesin ini kabarnya bisa memuntahkan torsi puncak 9,5 Nm pada 5.500 rpm dan tenaga maskimal 9.38 hp pada 8.000 rpm.

Harga FreeGo (on the road/OTR) adalah Rp19,7 juta, sementara harga FreeGo ABS adalah Rp22,5 juta.

Jadi, apa pendapatmu tentang Yamaha FreeGo?

 

Sumber: https://review.bukalapak.com/auto/review-tiga-kekurangan-yamaha-freego-hasil-test-ride-di-imos-2018-73182

Be Sociable, Share!

Be the first to comment on "Review Yamaha FreeGo: Motor Yamaha yang Aneh"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*