Motor Tiger Ini Apakah Masih Bisa Diandalkan?

Siapa sih yang ga kenal Motor Honda Tiger, yak motor ini merupakan motor pertama di tahun 2000-an yang masuk ke Indonesia dengan CC yang cukup besar. Ya, ga tanggung-tanggung, motor ini dihadirkan di Indonesia dengan 200 CC, di mana pada saat itu, motor yang saat itu hadir di Indonesia masih sekitar 100 CC. Motor ini hadir dengan tampilan yang cukup apik dan sporty. Baik, kali ini kita akan membahas motor Honda Tiger Revo.

Ya motor Honda Tiger Revo ini memang cukup tangguh untuk dibawa jarak jauh, di mana motor ini sangat nyaman apabila digunakan. Mesin dari Honda Tiger sendiri adalah 196 CC berpendingin udara. Namun sayang, teknologinya masih OHC bukan DOHC. Perbedaan performa OHC dan DOHC cukup terlihat jelas pada kecepatan, di mana mesin DOHC mampu melesat cepat namun mesin OHC tidak terlalu cepat sehingga dapat dimaklumi apabila mesin 196 CC ini masih belum bisa melampaui kecepatan saat ini. Transmisi motor ini menggunakan 6 speed dan tentunya menggunakan kopling manual, di mana pola pengoperasian giginya adalah 1-N-2-3-4-5-6, hampir sama seperti motor-motor kopling yang lainnya. Kemudian untuk top speed-nya, motor ini dapat dipacu hingga 140 km/jam. Pada segi gear-nya, Tiger ini dibekali dengan gear yang besar berukuran 41 Hf. Gear ini sangat memudahkan kita untuk melakukan akselerasi awal dan bahkan untuk menanjak pun sangat nyaman. Namun, untuk top speed-nya yang kurang memadai.

Pindah ke bagian shock breaker, berbeda dengan motor-motor saat ini yang menggunakan monoshock, ia masih menggunakan dual shock di belakangnya yang terletak pada bagian kanan dan kiri rodanya. Jenis shock breaker dari roda belakang sendiri adalah lengan ayun. Kemudian, jenis shock breaker dari bagian depan adalah telescopic.

Pada segi tampilan, perbedaan yang cukup jelas adalah adanya dua lampu pada bagian depan, di mana ada lampu berukuran bulat dan ada lampu berukuran kotak. Lampu ini masih menggunakan jenis bolom, di mana lampu jenis ini masih mengeluarkan cahaya kuning. Ada kelebihan dari lampu bolom ini, di mana harganya yang terjangkau juga mudah dicari di toko onderdil biasa. Lanjut ke bagian tankinya, untuk bentuknya ia masih menggunakan tangka bulat yang pada umumnya motor sport gunakan. Dan tanki ini dapat menampung hingga 13 liter.

Pada bagian speedometer-nya, masih terpasang speedometer biasa berbentuk bulat di dalamnya, bukan speedometer digital. Knalpotnya terlihat elegan karena besar dan mengkilap. Bannya sendiri ring 18”, ring ini sendiri lumayan berdiameter besar yang cocok untuk bepergian. Namun, keseimbangannya kurang apabila motor ini dibawa menikung, cornering maupun ketika dalam laju lambat. Sementara keunggulannya sendiri adalah ketika melewati lubang-lubang maka tidak terlalu terasa. Apabila motor ini dipacu dalam kecepatan 130 km/jam maka masih aman. Pada bagian setangnya yang cukup lebar, di mana ketika dibawa berkendara yang cukup lama, maka cukup mudah dan nyaman. Kemudian, untuk dimensi panjang, lebar, dan tinggi berturut-turut adalah 1990mm, 742mm, dan 1035mm.

Lantas, berapakah harga motor Tiger yang sudah cukup lama dirilis ini? Ya, harganya adalah 8jt hingga 18jt. Harganya memang cukup variatif karena memang apabila kalian menjual kepada kolektor yang menyukai motor tersebut maka ia akan menawarkan harganya lebih mahal, apalagi jika motor itu masih dalam keadaan yang bagus dan apik. Begitu pula apabila kalian ingin membeli motor tersebut. Jadi, bagaimana guys? Tertarik untuk mencoba motor Tiger yang satu ini?

Sumber gambar: wordpress.com

Be Sociable, Share!

Be the first to comment on "Motor Tiger Ini Apakah Masih Bisa Diandalkan?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*