Home Auto Asal-usul Shell Indonesia dan Perkembangannya

Asal-usul Shell Indonesia dan Perkembangannya

by Erin Nuzulia
Shell Indonesia

Berbicara tentang otomotif dan transportasi, pastinya pembaca kenal dan familiar dengan yang namanya Shell Indonesia. Shell adalah perusahaan minyak dan gas multinasional yang berkantor pusat di Belanda dan didaftarkan di Inggris. Perusahaan ini telah mendunia, lho. Di Indonesia sendiri, Shell pun sudah berganti nama menjadi Shell Indonesia. Lalu bagaimana dengan asal usul Shell di Indonesia? Yuk simak uraian berikut ini!

Shell terbentuk karena Royal Dutch Petroleum, perusahaan minyak dan gas Belanda bergabung dengan Shell Transport & Trading. Alasan mereka bergabung disebabkan oleh keinginan dari kedua perusahaan untuk lebih menjadi lebih kompetitif terhadap Standard Oil, guys. Ternyata, perusahaan asal Belanda tersebut bermula di Pangkalan Brandan, Sumatra Utara, lho, guys! Didirikan oleh tiga orang yang bernama August Kessler, Hugo Loudon, dan Henri Deterding.

Nama Shell itu terbentuk dari “Shell” Transport & Trading Company. Pada tahun 1833, salah satu ayah pendiri Shell, Marcus Samuel Sr., membangun perusahaan kerang laut yang di impor ke berbagai belahan dunia. Shell yang berarti kulit kerang laut itu pun akhirnya dijadikan sebuah nama perusahaan oleh Anaknya, Marcus Samuel Jr. Kulit kerang laut itu juga dijadikan logo perusahaan dan logo itu sekarang sudah sangat terkenal di seluruh dunia, guys. Kira-kira begitulah sejarah Shell mengenai logo dan nama perusahaan minyak yang begitu mencolok ini.

Di Indonesia sendiri, sekarang Shell menjalankan bisnis di sektor seperti bahan bakar minyak (BBM), pelumas untuk industri, otomotif dan transportasi, bahan bakar untuk industri kelautan, dan bahan bakar komersial dan bitumen. Shell juga membangun mitra dengan Inpex lho guys, operator Masela PSC yang meliputi lapangan gas abadi. Untuk kantor pusatnya, mereka berlokasi di Jakarta.

Baca Juga:   Mengenali Mitsubishi Expander Lebih Dalam

Mereka pun melayani bisnis kendaraan bermotor. Bukan hanya itu, Shell juga memasarkan pelumas secara langsung di SPBU mereka sekaligus menyuplai distributor Shell. SPBU pertama mereka berada di Karawaci, Tangerang.

Asal-usul Shell Indonesia dan Perkembangannya

Shell kini sudah memiliki lebih dari 300 karyawan lho guys. SPBU mereka pun tercatat sudah lebih dari 100 SPBU di Jabodetabek, Bandung, Jawa Timur, dan Sumatera Utara telah berdiri. Mereka juga memiliki pabrik pelumasnya sendiri di Marunda. Shell juga memiliki tempat penyimpanan bahan bakar yang terletak di Gresik, Jawa Timur.

Kehadiran mereka di Indonesia sangat-sangat bermanfaat. Mereka membantu pembangunan di berbagai wilayah lho guys. Mereka membantu menciptakan keseimbangan ekonomi, lingkungan, dan pembangunan di lingkungan masyarakat. Shell bertekad untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan layak secara ekonomi, lingkungan dan sosial. Mereka juga ternyata sangat peduli dengan Indonesia lho dengan membantu sektor-sektor yang telah disebutkan tadi.

Saat ini, perusahaan minyak dari Negara Kincir Angin tersebut telah mencatatkan dirinya di daftar salah satu perusahaan paling berharga di dunia, guys! Pada tahun 2013, perusahaan minyak itu memiliki pendapatan yang setara dengan penghasilan 84% Produk Domestik Bruto (PDM) Belanda! Wah, hebat sekali ya mereka, guys!

Sekarang dan kedepannya, dilansir dari situs shell.co.id mereka membikin sebuah gerakan yang bernama #makethefuture. Tagar itu mereka sebarkan untuk mengantongi gagasan-gagasan semua orang dari seluruh dunia untuk membantu tantangan energi dunia, guys. Karena itu, mereka siap membiayai insan muda yang certas nan kreatif untuk menghadapi tantangan energi dunia.

Kira-kira, seperti itulah perjalanan asal usul Shell dan perkembangannya di Indonesia. Bagaimana menurut kalian? Yuk ikuti tantangan energi dunia dengan tagar #makethefuture

Baca Juga:   Sudah Tahu Apa Bedanya Woofer dan Subwoofer?

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More